Friday, August 30, 2002

Liga Italia Bisa Tertunda Sebulan

Salah satu kompetisi paling menarik dan terketat di dunia, Liga Italia periode tahun 2002-2003, terancam tertunda sebulan dari jadwal semula—direncanakan 1 September—karena krisis keuangan yang melanda berbagai klub, mulai dari Seri C sampai Seri A. Dua klub besar dari Kota Roma, AS Roma dan Lazio, bahkan terancam tidak ikut kalau tidak bisa menyelesaikan keuangannya dengan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).



FIGC hari Senin (29/7) lalu memberikan ultimatum bagi semua klub yang bermasalah agar menyelesaikan persoalan keuangannya paling lambat hari Jumat mendatang. Jika sampai batas waktu tersebut klub-klub itu tidak dapat mempertanggungjawabkan masalah keuangan mereka untuk musim kompetisi mendatang, mereka tidak diperkenankan mengikuti kompetisi, baik di Seri C, B, dan A.



Selain masalah keuangan dengan FIGC, sebagian klub juga kini sedang berusaha mendapatkan dana lewat kontrak dengan stasiun televisi yang menyiarkan siaran langsung pertandingan. Tercatat ada delapan klub yang saat ini masih terus bernegosiasi dengan pihak televisi tentang harga siaran langsung. Bila belum ada kersepakatan harga antara pihak klub dengan televisi, kompetisi terancam tertunda sebulan lagi.



”Kompetisi direncanakan berlangsung 1 September. Akan tetapi, kalau pihak televisi tidak bisa memberikan harga yang memadai bagi kami, kemungkinan kami baru akan berkompetisi bulan Oktober,” kata Presiden Brescia Gino Corioni, dalam wawancara dengan salah satu harian olahraga terbesar di Italia, Corriere dello Sport.



Corioni, yang memimpin sebuah konsorsium, mengakui gagal mencapai kesepakatan harga dengan TelePiu dan Stream, dua stasiun televisi digital yang memegang hak siaran sepak bola di Italia. Atalanta, Brescia, Chievo, Como, Empoli, Modena, Perugia, dan Piacenza, belum memiliki garansi siaran langsung televisi musim mendatang.



Masalah kesepakatan harga antara pihak klub dan televisi saat ini masih berbeda jauh. Pihak klub menginginkan masing-masing, TelePiu dan Stream, membayar 10 juta euro, atau 9,84 juta dollar AS, kepada setiap klub untuk satu pertandingan kandang di musim mendatang. Sebaliknya, kedua stasiun televisi justru membanting harga sangat rendah. TelePiu hanya sanggup membayar setiap klub untuk satu pertandingan kandang sebesar empat juta dollar AS, sementara Stream sedikit lebih baik, yaitu 4,5 juta dollar AS.



”Untuk sementara, penawaran dari TelePiu dan Stream, kami anggap kurang memadai. Tawaran mereka sangat rendah, bahkan kurang dari setengah penawaran kami,” jelas Corioni.



Sementara kesepakatan antara delapan klub di atas dengan pihak televisi belum juga menemui kata sepakat, Persatuan Liga Sepak Bola Italia menegaskan bahwa pihaknya siap mengambil alih persoalan itu dengan membayar semua dana yang dibutuhkan klub dari siaran langsung televisi. Akan tetapi, sistem pembayarannya berbeda-beda.



Dengan mencoba menengahi masalah kedelapan klub itu, Persatuan Liga Sepak Bola Italia berusaha juga untuk menyelamatkan jadwal kompetisi yang tidak bisa ditunda lagi, dan tetap akan bergulir 1 September nanti.



Sejumlah pers di Italia melihat tidak ada tanda-tanda dari pihak televisi untuk mau mengubah penawaran mereka.



..:::sumber ; kompas :::...